Padang (Unand) – Universitas Andalas fokus melakukan inovasi tata kelola kelembagaan untuk mewujudkan konsep kampus merdeka yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia.

“Proses pembelajaran dalam kampus merdeka perwujudan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa atau student centered learning, Universitas Andalas telah menyusun peraturan akademik sebagai penunjang,” ujar Rektor Prof Yuliandri di Padang, Senin usai dies natalis ke-64.

Rektor menambahkan pembelajaran dalam kampus merdeka memberikan tantangan dan kesempatan untuk pengembangan kreativitas, kapasitas, kepribadian, dan kebutuhan mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan pengetahuan melalui kenyataan dan dinamika lapangan.

“Dalam hal ini mahasiswa bisa menemukan melalui interaksi sosial dan kolaborasi sehingga diharapkan dapat menjawab tantangan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan sesuai perkembangan iptek dan tuntutan dunia usaha serta industri,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya telah mengeluarkan peraturan Peraturan Rektor Nomor 14 tahun 2020 tentang Peraturan Akademik Sarjana.

Bagi mahasiswa Universitas Andalas mulai semester ganjil 2020/2021, sudah bisa mengambil mata kuliah di program studi lain di lingkungan Universitas Andalas.

Sementara itu, untuk memfasilitasi mahasiswa mengambil kredit perkuliahan di universitas mitra baik dalam dan luar negeri, dan di luar Perguruan Tinggi (PT), tentu memerlukan tindak lanjut dan aksi yang lebih intensif pada level program studi.

Tahapan paling awal adalah melakukan penyesuaian kurikulum untuk masing-masing program studi (Prodi). Selanjutnya, prodi juga perlu menjajaki kerjasama dengan berbagai mitra yang memungkinkan untuk memfasilitasi mahasiswa mengikuti pembelajaran di luar PT.

“Untuk Credit Learning ke luar PT baik dalam maupun luar negeri, selama ini sudah berjalan. Dalam masa pandemi ini, beberapa mahasiswa kita bahkan sudah mengambil mata kuliah di PT Luar Negeri secara online. Ke depan perlu terus kita fasilitasi dan tingkatkan intensitasnya,” terangnya.

Ia menambahkan program merdeka belajar membutuhkan kerjasama yang lebih intensif, baik antar fakultas dan Prodi di lingkungan Universitas Andalas, dan mitra di luar seperti Universitas, LSM nasional dan internasional, lembaga Pemerintahan, Badan/lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, dunia usaha dan dunia industri.

Pada sisi lain ia menyebutkan hingga 2020 terdapat penambahan 31 dosen menyelesaikan pendidikan S3 dan delapan guru besar.

Sementara jumlah program studi yang terakreditasi A meningkat dari 47 Prodi tercatat pada 2019 menjadi 53 prodi pada Agustus 2020, serta tidak ada lagi prodi yang terakreditasi C kecuali yang baru.

Selain itu, terdapat tambahan prodi yang terakreditasi internasional, yaitu 3 prodi di Fakultas Teknik meliputi Prodi Sarjana Teknik Industri, Prodi Sarjana Teknik Mesin dan Prodi Sarjana Teknik Lingkungan.

Ke depan pihaknya akan fokus meningkatkan jumlah dosen untuk memiliki kualifikasi pendidikan S3, serta sertifikat profesi. (A)

Humas dan Protokol Unand